theory of description text

THE THEORY OF DESCRIPTIVE TEXT

1. Social Function : To describe a patricular person, place, or thing (mendeskripsikan seseorang, tempat, atau barang).

2. Generic Structure :

Ø Identification : identifies the phenomenon to be describe (identifikasi hal / seorang yang akan dideskripsikan).

Ø Description : describes parts, qualities, characteristic (berisi tentang penjelasan / penggambaran tentang hal atau seseorang dengan menyebutkan beberapa sifatnya).

Ø Timeless Present tense

3. Lexicogrammatical Features :

o Tenses → Present tense Verbal sentences : Nominal sentences

o Focusing on a particular subject

o

Timeless present tense

Identification

There is identification placed on the first paragraph.


THE AMAZING OF TAJ MAHAL IN INDIA


Taj Mahal is regarded as one of the eight wonders of the world. It was built by a Muslim Emperor Shah Jahan in the memory of his dear wife at Agra.
Taj Mahal is a Mausoleum that houses the grave of queen Mumtaz Mahal. The mausoleum is a part of a vast complex comprising of a main gateway, an elaborate garden, a mosque (to the left), a guest house (to the right), and several other palatial buildings. The Taj is at the farthest end of this complex, with the river Jamuna behind it.
The Taj stands on a raised, square platform (186 x 186 feet) with its four corners truncated, forming an unequal octagon. The architectural design uses the interlocking arabesque concept, in which each element stands on its own and perfectly integrates with the main structure. It uses the principles of self-replicating geometry and a symmetry of architectural elements.
Its central dome is fifty-eight feet in diameter and rises to a height of 213 feet. It is flanked by four subsidiary domed chambers. The four graceful, slender minarets are 162.5 feet each. The central domed chamber and four adjoining chambers include many walls and panels of Islamic decoration.
Taj Mahal is built entirely of white marble. Its stunning architectural beauty is beyond adequate description, particularly at dawn and sunset. The Taj seems to glow in the light of the full moon. On a foggy morning, the visitors experience the Taj as if suspended when viewed from across the Jamuna river.

Description



Read more: http://satwikasaktaremidi.blogspot.com

theory of description text

THE THEORY OF DESCRIPTIVE TEXT

1. Social Function : To describe a patricular person, place, or thing (mendeskripsikan seseorang, tempat, atau barang).

2. Generic Structure :

Ø Identification : identifies the phenomenon to be describe (identifikasi hal / seorang yang akan dideskripsikan).

Ø Description : describes parts, qualities, characteristic (berisi tentang penjelasan / penggambaran tentang hal atau seseorang dengan menyebutkan beberapa sifatnya).

Ø Timeless Present tense

3. Lexicogrammatical Features :

o Tenses → Present tense Verbal sentences : Nominal sentences

o Focusing on a particular subject

o

Timeless present tense

Identification

There is identification placed on the first paragraph.


THE AMAZING OF TAJ MAHAL IN INDIA


Taj Mahal is regarded as one of the eight wonders of the world. It was built by a Muslim Emperor Shah Jahan in the memory of his dear wife at Agra.
Taj Mahal is a Mausoleum that houses the grave of queen Mumtaz Mahal. The mausoleum is a part of a vast complex comprising of a main gateway, an elaborate garden, a mosque (to the left), a guest house (to the right), and several other palatial buildings. The Taj is at the farthest end of this complex, with the river Jamuna behind it.
The Taj stands on a raised, square platform (186 x 186 feet) with its four corners truncated, forming an unequal octagon. The architectural design uses the interlocking arabesque concept, in which each element stands on its own and perfectly integrates with the main structure. It uses the principles of self-replicating geometry and a symmetry of architectural elements.
Its central dome is fifty-eight feet in diameter and rises to a height of 213 feet. It is flanked by four subsidiary domed chambers. The four graceful, slender minarets are 162.5 feet each. The central domed chamber and four adjoining chambers include many walls and panels of Islamic decoration.
Taj Mahal is built entirely of white marble. Its stunning architectural beauty is beyond adequate description, particularly at dawn and sunset. The Taj seems to glow in the light of the full moon. On a foggy morning, the visitors experience the Taj as if suspended when viewed from across the Jamuna river.

Description



Read more: http://satwikasaktaremidi.blogspot.com

Selasa, 04 Juni 2013

KONSEP DASAR STRATEGI PEMBELAJARAN



A.      Pengertian Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir
SPPKB merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada kemampuan berfikir siswa. Joyce dan Woli menempatkan model pembelajaran ini ke dalam bagian model pembelajaran kognitif.
Dalam SPPKB siswa dibimbing untuk menemukan sendiri konsep yang harus dikuasai melalui proses dialogis yang terus menerus dengan memanfaatkan kemampuan siswa. Model strategi pemabelajaran peningkatan kemampuan berpikir (SPPKB) adalah model pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui telaahan fakta-fakta atau pengalamananak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajarkan.
Pengertian di atas mengandung beberapa hal:
1.     SPPKB adalah model pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berpikir, artinyasiswa tidak hanya menguasai materi, akan tetapi bagaimana siswa dapat mengembangkan gagasan-gagasan dan ide-ide melalui kemampuan berbahasa secara verbal. Hal ini didasarkan kepada asumsi bahwa kemampuan berbicara secara verbal merupakan salah satu kemampuan berpikir
2.     Telaahan fakta-fakta sosial atau pengalaman sosial merupakan dasar pengembangan kemampuanberpikir, artinya gagasan dan ide-ide didasarkan kepada pengalaman sosial anak dalam kehidupan sehari-hari dan atau berdasarkan kepada kemampuan anak untuk mendeskripsikan hasil pengamatan merekaterhadap berbagai fakta dan data yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari.
3.     Sasaran akhir SPPKB adalah kemampuan anak untuk memecahkan masalah-masalah sosial sesuaidengan tarap perkembangan anak.

B.       Landasan Filosofis dan Psikologis SPPKB
1.      Latar Belakang Filosofis
Pembelajaran adalah proses interaksi, baik antara manusia dengan manusia maupun manusia denganlingkungan. Interaksi ini ditujukan untuk perkembangan kognitif, afektif dan psikomotor. Pengembanganafektif erat kaitannya dengan meningkatkan aspek pengetahuan, baik secara kuantitatif maupun secarakualitatif. Timbul pertanyaan apakah pengetahuan itu ? Bagaimana memperolehnya ?
a.       Aliran Rasionalisme mangatakan bahwa pengetahuan menunjuk kepada objek dan kebenaran itumerupakan akibat dari deduksi logis.
b.      Aliran Empirisme mengatakan bahwa pengetahuan berdasarkan kepada pengalaman dalam memahamiobjek. Aliran ini memandang bahwa semua kenyataan itu diketahui melalui indera dan kriteria kebenaran ituadalah kesesuaian dengan pengalaman.c. Konstruktivisme, mengatakan bahwa pengetahuan itu bukan hanya terbentuk dari objek semata, tetapi juga dari kemampuan individu sebagai subjek dalam menangkap setiap objek yang diamati.
Dengan demikian pengetahuan terbentuk oleh 2 faktor penting yaitu objek yang menjadi bahan pengamatan dankemampuan subjek untuk menginterpretasi objek tersebut. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan diperoleh bukan sebagai hasil tranfer dariorang lain, tetapi pengetahuan diperoleh melalui interaksi mereka dengan objek, fenomena dan lingkunganyang ada. Oleh karena itu model pembelajaran berpikir menakankan kepada aktivitas siswa untuk mencaripemahaman akan objek, menganalisis dan mengkonstruksinya sehingga terbentuk pengetahuan barudalam individu.
2.      Latar belakang psikologis
Belajar merupakan peristiwa mental, bukan peristiwa behavioral. Sebagai gerakan mental perilaku manusiatidak hanya gerakan fisik, tetapi yang lebih penting adalah adanya faktor pendorong yang menggerakan fisikitu, yaitu kebutuhan.Dalam prespektif psikologni kognitif, belajar adalah proses aktif individu dalam membangun pengetahuandan pencapaian tujuan. Proses belajar tidak tergantung kepada pengaruh dari luar, tetapi sangat tergantung kepada individu yang belajar. Dengan demikian tingkah laku manusia merupakan ekspresi yang dapatdiamati sebagai akibat dari eksistensi internal yang pada hakikatnya bersifat pribadi.
C.      Karakteristik SPPKB
SPPKB menekankan kepada keterlibatan siswa secara penuh dalam belajar. Hal ini sesuai dengan hakikat SPPKB yang tidak mengharapkan siswa sebagai obyek belajar yang hanya duduk mendengarkan penjelasan guru, kemudian mencatat yang berhubungan dengan penguasaan materi pelajaran dan mencatat untuk dihafalkan.
Sebagai strategi pembelajaran yang diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir, SPPKB pada dasarnya memiliki tiga karakteristik utama, yaitu sebagai berikut :
1.        Proses pembelajaran melalui SPPKB menekankan kepada proses kekuatan mental siswa secara maksimal. SPPKB bukan model pembelajaran yang membiarkan siswa untuk pasip atau sekedar mendengar dan mencatat apa yang disampaikan oleh guru, tetapi menginginkan agar siswa  aktif dalam aktivitas  proses berpikir. Setiap kegiatan belajar yang berlangsung disebabkan dorongan mental yang diatur oleh otak. Karena Pembelajaran disini adalah peristiwa mental bukan peristiwa behavioral yang lebih menekankan aktivitas fisik.
Berkaitan dengan karakteristik tersebut, maka dalam proses implementasi SPPKB perlu diperhatikan hal-hal :
              a.          Jika belajar tergantung pada bagaimana informasi diproses secara mental, maka proses kognitif siswa harus menjadi kepedulian pertama para guru.
             b.          Guru harus mempertimbangkan tingkat perkembangan kognitif siswa ketika merencanakan topik yang harus dipelajari serta metode apa yang digunakan.
              c.          Siswa harus mengorganisasi yang mereka pelajari. Dalam hal ini guru harus membantu agar siswa belajar untuk melihat hubungan antarbagian yang dipelajari.
             d.          Guru harus dapat membantu siswa belajar dengan memperlihatkan bagaimana gagasan baru berhubungan dengan pengetahuan yang telah mereka miliki.
              e.          Siswa harus secara aktif merespons apa yang mereka pelajari.
2.      SPPKB dilaksanakan  dalam situasi dialogis dan proses tanya jawab secara terus- menerus. Proses pembelajaran melalui dialog dan tanya jawab itu diarahkan untuk mengembangkan daya pikir siswa akan masalah yang diajukan, sehingga siswa menjadi memiliki pandangan tersendiri atas solusi atau cara pemecahan masalah yang telah diberikan, yang pada gilirannya kemampuan berpikir itu dapat membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruks sendiri.
3.      SPPKB menyandarkan akan dua masalah pokok, yaitu sisi proses dan hasil belajar. Proses belajar diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir, sedangkan sisi hasil belajar diarahkan untuk mengkonstruksi pengetahuan atau penguasaan materi pembelajaran baru.
D.      Perbedaan SPPKB dengan Pembelajaran Konvensional
1.         Strategi Pembelajaran Konvensional.
a.    Peserta didik sebagai objek belajar.
b.     Pembelajaran bersifat teoritis dan abstrak.
c.     Perilaku dibangun atas proses kebiasaan.
d.    Kemampuan didasarkan atas latihan-latihan.
e.     Tujuan akhir adalah penguasaan materi pembelajaran.
f.      Perilaku dilakukan karena faktor pendorong dari luar.
g.     Pengetahuan bersifat absolut dan final, karena pengetahuan dikonstruksi oleh orang lain.
h.    Keberhasilan siswa diukur hanya melalui test
2.         Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB)
a.    Peserta didik sebagai subjek belajar.
b.     Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata (pengalaman siswa).
c.     Perilaku dibangun atas kesadaran diri.
d.    Kemampuan didasarkan atas penggalian pengalaman.
e.     Tujuan akhir adalah kemampuan berpikir dengan menghubungkan pengalaman dengan kenyataan.
f.      Perilaku dilakukan karena faktor pendorong dari dalam.
g.     Pengetahuan yang dimiliki setiap individu selalu berkembang sesuai pengalaman yang dialaminya
h. Keberhasilan siswa diukur dari proses dan hasil belajar.











A.     KESIMPULAN
Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB) merupakan strategi pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui telaah fakta – fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajukan. SPPKB menekankan kepada keterlibatan siswa secara penuh dalam belajar. Hal ini sesuai dengan hakikat SPPKB yang tidak mengharapkan siswa sebagai obyek belajar yang hanya duduk mendengarkan penjelasan guru, kemudian mencatat yang berhubungan dengan penguasaan materi pelajaran dan mencatat untuk dihafalkan.
 SPPKB merupakan strategi pembelajaran yang mana tujuan akhir dari pembelajarannya adalah siswa terlatih mengungkapkan ide-ide untuk memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan materi yang diajarkan. Tidak hanya memecahkan permasalahan, siswa juga terlatih dalam berpikir kritis dan kreatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar